PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A. Penilaian afektif
Bagi sebagian guru lebih
sulit dilakukan dibanding penilaian kognitif atau penilaian psikomotor. Padahal
dalam dunia pendidikan seperti halnya di sekolah, ranah afektif juga sangat
perlu mendapatkan perhatian yaitu sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral.. Kenyataan selama ini di lapangan lebih
menunjukkan penilaian afektif terkesan
bagai “anak tiri” dibanding penilaian kognitif maupun psikomotor. Ada
juga kasus-kasus di lapangan yang menunjukkan guru telah melakukan penilaian
afektif, tetapi tanpa panduan atau instrumen yang baik.
Ranah afektif sangat
menentukan keberhasilan belajar siswa. Beberapa komponen penting ranah afektif
misalnya minat dan sikap terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran.
Siswa bisa memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran atau materi pelajaran
tertentu, bisa juga negatif, atau netral. Harapan semua guru tentunya, siswa
mereka memiliki sikap dan minat positif terhadap semua mata pelajaran atau
materi pelajaran. Melalui sikap yang positif ini kemudian dapat diharapkan,
siswa juga akan memiliki minat yang positif. Siswa yang mempunyai sikap positif
dan minat positif terhadap suatu mata pelajaran atau materi pelajaran akan
mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dalam kegiatan
pembelajaran.
B.
Langkah-Langkah Menyusun
Instrumen Penilaian Afektif
Dalam kaitan untuk
mengetahui sejauh mana sikap dan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran atau
materi pelajaran, yang kedua termasuk bagian penting dari ranah afektif, maka
guru perlu menyusun instrumen penilaian afektif. Untuk menyusun instrumen penilaian
afektif, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Pemilihan ranah afektif
yang ingin dinilai oleh guru, misalnya sikap dan minat terhadap suatu materi
pelajaran.
2.
Penentuan indikator apa
yang sekiranya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan minat siswa
terhadap suatu materi pelajaran
3.
Beberapa contoh
indikator yang misalnya dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sikap dan
minat siswa terhadap suatu materi pelajaran, yaitu: (1) persentase kehadiran
atau ketidakhadiran di kelas; (2) aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran
berlangsung, misalnya apakah suka bertanya, terlibat aktif dalam diskusi, aktif
memperhatikan penjelasan guru, dsb.; (3) penyelesaian tugas-tugas belajar yang
diberikan, seperti ketepatan waktu mengumpul PR atau tugas lainnya; (4)
kerapian buku catatan dan kelengkapan bahan belajar lainnya terkait materi
pelajaran tersebut.
4.
Penentuan jenis skala
yang digunakan, misalnya jika menggunakan skala Likert, berarti ada 5 rentang
skala, yaitu: (1) tidak berminat; (2) kurang berminat; (3) netral; (4)
berminat; dan (5) sangat berminat.
5.
Penulisan draft
instrumen penilaian afektif (misalnya dalam bentuk kuisioner) berdasarkan
indikator dan skala yang telah ditentukan.
6.
Penelaahan dan meminta
masukan teman sejawat (guru lain) mengenai draft instrumen penilaian ranah
afektif yang telah dibuat.
7.
Revisi instrumen
penilaian afektif berdasarkan hasil telaah dan masukan rekan sejawat, bila
memang diperlukan
8.
Persiapan kuisioner
untuk disebarkan kepada siswa beserta inventori laporan diri yang diberikan
siswa berdasarkan hasil kuisioner (angket) tersebut.
9.
Pemberian skor
inventori kepada siswa
10.
Analisis hasil inventori
minat siswa terhadap materi pelajaran
C. Bagaimana memberikan skor
dalam penilaian afektif
Teknik penskoran untuk
penilaian ranah afektif dapat dilakukan secara sederhana. Contoh, pada
instrumen penilaian minat siswa terhadap suatu materi pelajaran terdapat 10
item (berarti ada 10 indikator), maka bila skala yang digunakan adalah skala
Likert (1 sampai 5), berarti skor terendah yang mungkin diperoleh seorang siswa
adalah 10 (dari 10 item x 1) dan skor paling tinggiyang mungkin diperoleh
siswa adalah 50 (dari 10 item x 5). Maka kita dapat menetukan median-nya, yaitu
(10 + 50)/2 atau sama dengan 30. Bila kita membaginya menjadi 4 kategori, maka
skor 10 -20 termasuk tidak berminat; skor 21 – 30 termasuk kurang berminat;
skor 32 – 40 berminat, dan skor 41 – 50 termasuk kategori sangat berminat.