Selasa, 27 Maret 2018

KRITERIA PENILAIAN AUTENTIK



PENILAIAN AUTENTIK
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA



A.    Pengertian Penilaian Autentik

Penilaian menurut Linch (1996), merupakan usaha yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk membuat  suatu pertimbangan dan keputusan. Sedangkan Brown (2004) berpendapat bahwa penilaian sebagai proses kegiatan pengumpulan kemudian dilakukan pengolahan informasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian hasil dari belajar peserta didik.
Penilaian autentik (authentic assesment) menurut (Pusat Kurikulum, 2009) merupakan proses serangkaian kegiatan pengumpulan data , pelaporan informasi yang menjelaskan perolehan hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip - prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti yang nyata atau autentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Nurhadi (Hendriana dan Utari, 2014) memaparkan penilaian autentik merupakan kegiatan penilaian dari hasil pencapaian kinerja siswa yang dilakukan melalui berbagai teknik atau strategi, di mana siswa mampu menyampaikan kembali, melakukan membuktikan, menunjukkan secara tepat, sebagai cerminan bahwa tujuan pembelajaran sudah tercapai.

Dari paparan di atas penilaian autentik diuraikan sebagai penilaian dari perkembangan sisa, karena berpusat pada perkembangan kemampuan dari belajar siswa, untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Asesmen autentik harus dapat menguraikan dari gambaran sikap, keterampilan, dan pengetahuan baik yang sudah maupun belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka mampu mengaplikasikan pengetahuannya, dalam menyelesaikan pemecahaan masalahan matematis atau kehidupan sehari-hari. Atas dasar itu, guru dapat melihat dan menganalisis kira-kira materi apa saja yang sudah layak untuk dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.

Karakter penilaian pada kegiatan penilaian autentik tidak hanya berorientasi pada karakteristik yang dimunculkan siswa, tetapi mencakup karakteristik metode pembelajaran, kurikulum yang sedang digunakan, fasilitas dan administrasi sekolah. Para siswa tidak hanya mengerjakan atau melakukan kegiatan sesuai dengan instruksi guru, tetapi dapat pula menunjukkan perilaku tertentu yang diinginkan sesuai rumusan tujuan pembelajaran, tetapi mampu mengerjakan sesuatu yang terkait dengan aplikasi pada konteks kehidupan nyata. Penilaian autentik tidak hanya terkait dengan produk atau hasil suatu proses kegiatan pembelajaran, tetapi mencakup pada semua proses kegiatan belajar mengajar.

B.     Prinsip dan Tujuan Penilaian Autentik
Prinsip yang digunakan dalam penilaian autentik (Hendriana dan Soemarmo, 2014) meliputi beberapa hal, diantaranya sebagai berikut:
1. Mengidentifiksi apa yang telah diketahui dan dipahami oleh siswa.
2. Menggali kembali kemampuan siswa dalam berpikir matematis.
3. Harus bersifat praktis.
4. Proses penilaian tidak dapat terpisahkan dari proses pembelajaran.
5. Penilain harus mendeskripsikan masalah nyata.
6. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan       
    ciri khas dan esensi pengalaman belajar siswa.
7. Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Penilaian autentik tidak dapat dipergunakan untuk membuat peringkat pada penilaian tradisional, akan tetapi memiliki tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengevaluasi kemampuan siswa secara keseluruhan
2.      Untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh siswa selama  proses kegiatan pembelajaran.
3.      Mendorong siswa untuk belajar bagaimana menerapkan keterampilan yang mereka    miliki ke dalam tugastugas dari guru mengaplikasikannya dalam aktivitas atau kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Memberikan gambaran dari keterampilan analitis siswa, siswa mampu untuk mempelajari suatu topik, kreativitas, kolaborasi antara menulis dan ekspresi lisan (verbal).
5.      Siswa diharapkan mampu menunjukkan pengetahuan, keterampilan atau kompetensi yang sudah diperoleh.
6.      Merencanaan penilaian siswa sesuai dengan tujuan kemampuan yang akan dicapai yang didasarkan pada prinsipprinsip penilaian.
7.      Melaksanaan penilaian siswa secara profesional, memiliki sifat keterbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial serta budaya masyarakat sekitar.
8.      Melaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif

Pada pelaksanakan kegiatan pembelajaran secara autentik, seorang guru harus memenuhi kriteria yaitu sebagai berikut,
1.      Mengetahui bagaimana cara menilai, klebihan dan kekurangan siswa serta mampu mendesain pembelajaran sesuai materi dan karakteristik siswa.
2.      Mengetahui teknik membimbing siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan siswa sebelumnya melalui pertanyaan yang berupa stimulus dan menyediakan sumberdaya bagi siswa dalam rangka mengkontruksi pengetahuan.
3.      Melakukan proses pendampingan pada saat kegiatan pembelajaran, melihat informasi kemajuan pemahaman siswa.

4.      Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan menimba pengalaman dari luar lingkungan sekolah.

Data hasil penilain autentik dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti seperti menentukan kelayakan pelaksanaan dari kurikulum dan pembelajaran. Data dapat dianalisis dengan metode kualitatif, maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dijelaskan secara narasi atau deskripsi berdasarkan pada hasil capaian belajar siswa, misalnya, mengenai kelebihan dan kekurangan, motivasi, keberanian berpendapat, yang merupakan gambaran dari kemampuan afektif siswa. Analisis kuantitatif menerapkan rubrik skor atau daftar cek (checklist) untuk menilai tanggapan siswa terhadap kriteria dari empat atau lebih tingkat kemahiran (misalnya: sangat mahir, mahir, sebagian mahir, dan tidak mahir). Selain daftar cek, analisis kuantitatf dapat menentukan kemampuan siswa dari perolehan hasil tes yang berupa nilai (angka) baik secara normatif maupun patokan (PAN atau PAP).

C.     Jenis Penilaian Autentik

Menurut (Hendriana dan Soemarmo, 2014), beberapa jenis asesmen autentik disajikan berikut ini.

1.      Penilaian Berbasis Kinerja Asesmen autentik.
Cara penilaian berbasis kinerja adalah daftar cek (checklist), untuk mengetahui indicator yang muncul dalam suatu peristiwa, (b) Catatan anekdot, catatan deskripsi guru selama kegiatan pembelajaran, (c) Skala penilaian (rating scale), dan (d) memori atau ingatan (memory approach). Guru mengamati ssiswa pada saat keegiatan beajar baik di kelas atau di luar kelas.

Untuk menunjukkan kinerja yang nyata beberapa jenis kompetensi tertentu siswa perlu adanya menilai tingkat ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja, memberikan kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh siswa untuk menyelesaikan tugas. Fokus utama pada indikator penting yang akan dinilai. Memperhatikan urutan dan sistematika dari kemampuan atau keterampilan siswa yang akan diobservasi.

Pengamatan atas kinerja siswa perlu dilakukan dalam berbagai hal untuk menentukan tahapan pada pencapaian kemampuan siswa pada indikator khusus. Penilaian keterampilan verbal siswa, dari aspek keterampilan presentasi, guru dapat melihat pada saat kegiatan berdiskusi, memaparkan, menjelaskan, dan wawancara. Hasil pengamatan ini diperoleh keutuhan mengenai keterampilan verbal dimaksud. Instrumen, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi digunakan untuk mengamati kinerja siswa.
2.      Penilaian diri
Penilaian diri (self assessment) merupakan salah satu penilaian kinerja. Siswa menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, tahapan mencapai suatu kompetensi yang dipelajari. Cara penilaian seperti ini untuk mengukur beberapa kompetensi, yaitu (a) penilaian ranah sikap, penilaian ranah keterampilan, dan (c) penilaian ranah pengetahuan.

Teknik penilaian ini dapat memberikan manfaat positif bagi siswa, diantaranya dapat menumbuhkan rasa percaya diri, menyadari kelebihan dan

kekurangan dirinya, mendorong, membiasakan, dan melatih siswa berperilaku jujur, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal, sehingga dapat bersaing secara sehat dengan siswa yang lain.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar